Kamis, 01 September 2016

Pendakian Ke Gunung Prau (Pendaki Karbitan) 4,6 juli 2016

sebelum naik
Hmmm gak tau sih harus  mulai nulis darimana,,udah jarang nulis bahkan blog pun mulai lumutan,,hahaha :D

semua mungkin serba kebetulan, atau mungkin gak kebetulan juga sih, karena aku tetap percaya Tuhan yang mempertemukan aku dengan rombongan teman teman yang gokil, penggemar ketinggian, penyuka ketenangan ( single efek kali yah haha ..) pertama gak kenal sama cewe2 tengil nan baik hati dan berbudi pekerti luhur ini,, hehe..awalnya pengen ngajakin temen dari bandung dan ini adalah pendakian pertamanya,, yah beruntung juga sih hidup dizaman yang udah serba canggih bisa ketemu temen barengan di sosmed
 ( instagram.red )dan akhirnya kami pun dipertemukan dengan temen2 yang nyenengin ini, anti manja, anti ngeluh, anti pecah dll  #eeh hahaha...!

 oke deh gak afdol kalo gak dikenalin satu persatu here..we are  !!
saya yg jaket itam,Indah,Anett, Juwita, Johana, stevany

Sudah lama pengen ngedaki gunung yang berketinggian 2565 mdpl ini, awalnya nekat pengen ngedaki sendiri tapi akhirnya kuurungkan niat karena gak aman juga kalo sendiri,, siapa sih yang ga jatuh cinta sama gunung yg kecehh parah ini ?? Gunung cantik yang terletak di dataran tinggi Desa Dieng ini, dia begitu terkenal dikalangan pendaki, Golden sunrise yg tercantik se asia tenggara, garisan cakrawala yg begitu indah, semburat warna jingga kemerahmudaan saat sunsetnya muncul kala itu,, membuat kami betah berlama lama disana,,

oia hampir lupa mau ceritain nih gimana perjalanan kami rombongan pendaki karbitan hahah nama yg spontan kami temukan dan jadi nama rombongan kami sampai sekarang karena emang semua serba "pemula" mulai dari nyiapin logistic, masak, nenda, kenal jalur pake maps dari basecamp ahh pokonya luar biasa deh :)
jam 15.30 berangkat dari bandung

Kita berangkat minggu sore jam 15.30 sore dari bandung menuju kota wonosobo, dan setrongnya lagi ci indah ( begitu kami memanggilnya) dia nyetir tanpa kenal lelah tanpa ada yang backup, tapi guys kalo kalian pengen bawa kendaraaan sendiri jangan lupa bawa temen yang bisa nyetir juga biar lebih aman,dan gak terlalu capek,,kalaupun mau nekat nyetir sendiri harus diimbangi dengan istirahat yang cukup di rest area atau SPBU yah seperti yang kami lakukan hahaha.. awalnya ragu dan gak tega liat supir cantik kami ini, tapi luarr biasa Tuhan menolong akhirnya eeng..ing.. engg... sampailah kami pada tujuan yang dituju kota wonosobo jawa tengah tepat pukul 09.00 Wib kebayang kan waktu yang kami habiskan selama perjalanan ?? kurang lebih 17 jam slowly but sure !!

   Tiba di desa Dieng kami pun segera bertemu dengan 1 orang teman kami dari surabaya yang udah nunggu selama 4 jam hahhaha tapi sabar aja tu anak nungguin,, kayak nungguin jodoh hahhaa!!
dan akhirnya kamipun bergegas ke losmen BUDJONO yang punya namanya mas Aman, orangnya baik ramah, disana kami menyewa peralatan seperti tenda, matras,nesting, dll, sekedar isi perut dan bebersih diri yang udah kucel selama di mobil, mandi juga boleh lho GRATISS !! ( tapi aku yakin sih ga ada yang mandi soalnya dinginnya warrrbiasaahh ) oia gak lupa juga sambell nya juara,,recomended deh :)


"pendaki karbitan"
Tepat pukul 14.00 kami pun memulai petualangan ini, tanpa lupa daftar di basecamp, kami memilih berangkat melalui jalur dieng karena menurut info dari teman-teman jalurnya  lebih landai, tapi yang sempat bikin shock bukan treknya tapi fakta bahwa yang naik gunung prau  lewat jalur ini pada saat itu hanya rombongan "pendaki karbitan" hal itu terlihat dari List yang kosong melompong ketika daftar di basecamp,kebetulan kami naik pas bertepatan bulan puasa hari terakhir besoknya lebaran pertama, tetapi tetap niat udah bulat harus naik, dan kita pun naik dengan gembira dan sukacita seolah beban carriel yang berkilo kilo tidak kami rasakan yang ada hanya candaan, sentilan sentilan gurau dari temen temen,bahkan ada yang tiba-tiba berubah menjadi pujangga pujanggi, ( persiapan caption mungkin di sosmed hahha)



Hutan Akar Cinta
  • Dari basecamp Dieng kurang lebih 1 jam  berjalan santai akhirnya sampailah di POS 1 jalurnya masih landai, melintasi ladang penduduk, tidak begitu menguras tenaga hanya saja kami sering berhenti yah maklum lah pendaki 5m, 5 meter berenti 5 meter berenti hehehe :) 
  • Pos Satu (1) adalah batas antara ladang penduduk dengan kawasan hutan pinus, jalanan berupa tanah liat, di pos ini kita menemui pertigaan  dan sederetan bunga desember yang berwarna putih keunguan ikut menyejukkan mata kami,yang lelah dan haus ingin segera sampai puncak, jalannya terkesan landai dan menurun, pemandangan ladang carica ( pepaya kecil yang dijadikan manisan, dan jadi oleh2 khas desa ini) setelah sekitar 45 menit berjalan sampailah kami ke Pos 2
  •  
  • Pos Dua  Disekitar tugu batas wilayah antara - wonosobo dan batang, disini kami mendapati pertigaan, ke kiri menuju basecamp dwarwati,sedangkan ke kanan adalah jalur menuju puncak, melintasi hutan hutan pinus yang bikin adem, dan sangat menyenangkan lagi ketika mau mencapai pos ini kami kedatangan lagi 1 tambahan personil tadaaaa..dia cowonya cijo namanya Jonathan..oh iya guys cuma si johana yang punya cowo di grup kita,, semuanya masih jomlo2 tulen wkkwk dan betapa senangnya kami ketika satu cowo menghampiri kami dengan nafas terengah engah,dengan bermodalkan sleeping bag  dan donat dia berlari demi sang pujaan hati (asliii so sweett bgt) yang jomblo pun meradang dan alhasil kita ngebully habis habisan yang pacaran,, karena sudah melanggar aturan undang undang "pendaki karbitan" hahaha ...kita masih betah  berlama lama di hutan ini, untuk sekedar foto, kami tidak mau melewatkan  moment apapun,,tapi mungkin karena kebanyakan foto hari udah mulai sore perjalanan dari pos 2 ke pos 3 yang harusnya memakan waktu 45 menit tapi jadinya bisa berjam2 dan akhirnya kita memutuskan untuk 3 orang duluan ke pos 3 takut hari semakin malam, dan saya, Anet, dan Juwita kita berpisah dari temen lainnya dengan maksud mendirikan tenda duluan, dan sampailah kami di pos 3
    Bukit Teletubbies yang fenomenal
  • Pos Tiga (3)berada di tengah hutan pinus,berupa sepetak tanah lapang,dan disini lah pergolakan batin terjadi, emosi jiwa pun memuncak setelah kami bertemu dengan "bukit teletubbies" salah satu dari kita bertiga, sudah mulai kedinginan, bibir membiru, udah pucat pasi, mulai panik karena kita belum juga menemui area"camping ground" sayangnya digunung ini tidak terdapat petunjuk2, jadi bukit teletubbies ini sangat membingungkan,hampir nyerah dan mau bangun tenda disekitar wilayah ini,,tetapi alhasil dan puji TUHAN akhirnya kami melanjutkan dan gak ada kata nyerah sebelum dapat area camp.
    SUNSET GUNUNG PRAU
    sunset yang kala itu sangat indah dan menurut aku itu sunset yang sangat indah yang pernah aku lihat tetapi seolah tak tertarik karena panik dan sedikit cemas, kala keindahannya sunsetnya begitu menggoda,beberapa bunga daisy pun bermekaran disekeliling kami,hamparan sabana yang menyejukkan mata, seolah ingin menghibur kami yang sedang bingung, namun kami dengan sedikit perasaan cemas namun tetap percaya kalau Tuhan pasti tolong kami,,kami cuma bisa berusaha dan terus berharap pada yang KUASA,,
  • camp ground
  •  Dan puji Tuhan tepat pukul 18.00 akhirnya setelah melewati bukit yang berundak undak tapi lumayan bikin galau itu akhirnya,,kami melihat bendera tegak berdiri di atas,,dan ternyata kami sudah tepat berada di camping ground,(Pos 4) dan beberapa tenda sudah mulai berdiri,,AKAN  TETAPIIIII... perjuangan kami tidak hanya sampai  disitu,setelah mendirikan tenda kami masih agak sedikit was was dengan keberadaan 4 orang teman kami yang masih belum muncul juga,hari sudah semakin gelap dan setelah mendirikan tenda saya memutuskan untuk menyusul 4 orang teman kami yang lain,dan ternyata tidak sampai 5 menit kami berjalan ada suara lantang yang memanggil namaku dan kami sangat kenal itu suara mereka,,dan puji TUHAN kita ketemu deh,,gak kebayang senengnya kami setelah ketemu mereka mungkin adegannya kayak teletubbies ketika kehilangan Lala dan poh dan akhirnya.........berpelukannnn !!! ( gak deng hahaha,)



Setelah adegan yang penuh haru biru itu berakhir, kamipun mulai mengisi amunisi sekedar memasak air hangat dan mengisi perut yang udah dangdutan dari tadi siang,,ribuan bintang mulai bertaburan kami tidur dibawah jutaan bintang bintang, hotel bintang 5 kalah lah...haha..sayang kami tidak mengabadikannya, karena beberapa dari kami memilih istirahat karena besok kami harus bangun pagi,, 


sunrisenya prau
Tepat pukul 05.30 kamipun bergegas keluar dan ternyata tetangga kami yang nenda kala itu sudah bangun lebih awal dari kami,,telattt dech :( dan kami pun berhamburan keluar dan pagi kami disambut dengan lukisan alam yang tak tertandingi,,matahari dengan malu malu menampakkan dirinya yang cantik dan megah, spectrum digaris cakrawala yang sangat menawan, tampak di depan mata berdiri kokoh gunung kembar sindoro dan sumbing  yang tetap berhadapan seolah tak ingin dipisahkan, dari kejauhan  merapi - merbabu, telomoyo, dan andong yang masih enggan menampakkan dirinya,sungguh suguhan yang sangat indah,mulut serasa terkatup,gak bisa komentar apa apa, hanya di hati ini bersyukur dan kagum akan karya sang MAHA pelukis alam,tentunya tak lupa kami mengambil beberapa foto untuk dijadikan kenangan dan bukti bahwa kami pernah menginjak secuil surga di bumi jawa tengah ini, canda tawa bersama teman, rasa capek,dan rasa panik yang kemarin seolah sirna yang kami nikmati hanya lukisan sang MAHA itu, indahnya bumi pertiwi TUHAN ciptakan sedemikan rupa, membuat kami semakin mencintai dan menghargai tanah air ini,rasa haru dan bangga bisa menjadi bagian kecil dari bangsa yang besar ini.
 Matahari pun bergegas naik keperaduannya, waktu menujukkan pukul 11.00 siang dan kami mulai bergegas untuk turun,,sebelum turun tak lupa kami berdoa bersama bersyukur atas penyertaanNYA, buat Indonesia kami yang DIA rancang dengan tangganNya langsung,buat tanah tempat kami berpijak mencari penghidupan, buat teman dan sahabat yang senantiasa bergandengan tangan, buat keluarga juga yang sama sama tinggal di atap bumi INDONESIA yang sama, kami bangga punya TUHAN sepertiNYA  demikian kami akhiri doa kami, dan segera bergegas turun !! Kami pun siap siap turun lewat jalur patak banteng mengikuti pendaki lainnya, memang jalurnya sangat terjal namun lebih cepat sampai, Sungguh ini pengalaman yang menyenangkan yang mungkin akan  terus kami ingat sampai tua nanti FAKTA bahwa kita pernah bersama sahabat, bergandeng tangan, care satu sama lain,memacu diri bahwa kita bisa,kekeluargaan yang spontan terjalin, dan hal yang paling di benci adalah "fakta bahwa kami harus kembali dan berpisah satu sama lain" dan pulang ke kota masing masing tentunya dengan sehat dan selamat itu yang paling penting !!



GOLDEN SUNRISE
 Akhir kata dari tulisan ini saya punya sebuah kutipan "cintai apapun yang engkau bisa nikmati, entah itu ketenangan,pekerjaan,sahabat, keluarga, alam,bangsamu, karena dibumi yang sama kita tumbuh dan sudah seharusnya saling mengasihi sebagai mana TUHAN mencintai kita, keluarga kita, alam kita, dan bangsa kita, jangan melulu mengeluh,berpetualanglah....berlarilah sejauh mana kakimu berlari,,temukan sampai keujung manapun INDONESIAmu tetaplah salah satu "mahakarya"  yang tak ternilai,punya uang banyak anda boleh keliling dunia, memuja muja negara asing yang sama sekali tak menghidupimu, itu urusanmu !! tapi PASTIKAN sebelum kesana kau sudah berbangga dengan INDONESIAmu !!











Teman teman baru yang kebetulan mendaki di tgl yang sama















                              




                                                 Salam lestari... salam pendaki karbitan !!
                                                          God Bless Indonesia !!!
Admin : Pestauli Pangaribuan

Selasa, 26 Juli 2016

TUHAN MEMASANGKAN YANG PAS UNTUKMU"



MENENTUKAN  PASANGAN HIDUP

Pendahuluan
Keputusan penting yang harus kita lakukan dalam hidup ini, setelah keselamatan adalah keputusan untuk menentukan jodoh dan menikah.
Tuhan memberikan kepada kita secara alamiah keinginan untuk memiliki teman hidup. Pelajaran ini sangat penting untuk dilakukan, supaya berkat Tuhan itu turun dalam pernikahan kita.
Karena pernikahan adalan dasar bangunan untuk sebuah keluarga yang kita bangun, kurang pengertian dalam hal ini akan melemahkan dasar atau fondasi keluarga yang kita bangun, dengan demikian mempengaruhi gereja Tuhan dan masyarakat atau negara.
Dengan melakukan masa perkenalan yang kudus, berarti kita menghormati Tuhan yang menciptakan pernikahan, maka dengan sendirinya kita akan mempererat hubungan kita dengan Tuhan.

Ibrani 13:4- 5: ’Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap pernikahan, dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur……………..karena Allah telah berfirman, Aku sekali-kali tidak akan membiarkan kamu dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan kamu.’

Berpacaran (dating) atau berkenalan (courtship)?

Istilah pacaran muncul sejak dari jaman Romawi kuno. Pada jaman itu, wanita-wanita kaya yang ditinggalkan oleh suami mereka karena urusan dagang, merasa kesepian, lalu mereka bercumbu dengan pembantu laki-laki mereka (seperti isteri Potifar yang mengingini Yusuf). Lalu istilah pacaran ini menyebar kepada para gadis dan menjadi terkenal sampai sekarang.

Arti kata ‘pacaran’ itu adalah, mempunyai rasa tertarik kepada lawan jenis dan mengolah rasa tertarik ini dalam pikiran, penampilan, tulisan, dalam percakapan maupun melalui setiap kejadian.
Jangan sampai terjebak pada motivasi yang salah
Sebelum menjalin sebuah hubungan ada baiknya kita melihat kembali tujuan awal ketika kita akan memulai suatu hubungan berpacaran itu apa? Karena keinginan mata saja ataukah karena kita ingin membangun suatu hubungan serius dengan komitmen ke arah pernikahan? Jaman sekarang seringkali manusia mencobai dirinya sendiri dengan asal saja menjalin hubungan pacaran. Ada yang beranggapan “Daripada jomblo, mending pacaran saja meskipun tidak serius” ada juga yang beranggapan pacaran adalah sebuah lifestyle yang wajar dilakukan meskipun tanpa komitmen yang jelas. Sebagian wanita cenderung melihat sosok pasangan  ideal berdasarkan materi atau jabatan yang dimiliki sedangkan pria seringkali tertarik kepada wanita karena penampilan fisiknya, apakah dia seksi dan good looking atau tidak. Pemikiran-pemikiran seperti ini yang justru menjebak anak-anak Tuhan sehingga mereka memberikan dirinya untuk dikuasai dosa.
Yakobus 1:4, Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena dia diseret dan dipikat lehnya.

Bentuk pacaran sudah dicatat dalam Alkitab sejak dalam kitab Kejadian, Kej. 6: 1- 7.
Ayat ke 2 : ’maka anak-anak Allah melihat bahwa anak anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil ister idari perempuan itu siapa saja yang di- sukainya.’
Ayat 5- 6: ’Ketika di lihat Tuhan bahwa kejahatan manusia besar dibumi…..segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan….maka menyesallah Tuhan, bahwa Dia telah menjadikan manusia dibumi’.

Tuhan membinasakan manusia pada zaman Nuh, dengan salah satu alasannya adalah pacaran yang terkenal pada masa kini.
Orang-orang terkenal dalam Alkitab yang hancur hidupnya akibat pacaran adalah Simson, Daud dan Salomo.

Motivasi pacaran adalah untuk mendapatkan sesuatu yang didasari oleh nafsu, dengan tujuan kepuasan pribadi.
Salomo memperingatkan dalam Pengkotbah 11: 9: ‘Bersukarialah, hai pemuda dalam kemudaanmu……tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau kepengadilan’.

Akibatnya, pacaran tidak saja menimbulkan sakit hati (karena saling menuntut satu sama lain), tetapi sering kali membentuk dasar-dasar konflik dalam pernikahan.
Dua orang yang berpacaran, selalu hanya mau berdua-duaan, sehingga mereka acuh terhadap teman yang lain, sehingga merusak hubungan mereka dengan teman mereka masing-masing. Bahkan untuk orang yang pernah putus pacar, maka bekas pacarnya akan sangat terluka atau kepahitan dengan pacarnya yang baru. Yang paling celaka dalam pacaran yaitu akan merusak hubungan kita dengan Tuhan, karena dua orang yang berpacaran hanya memperhatikan satu sama lain.
Amsal 8: 17, ‘…Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku’.

Tragedi yang sering terjadi dalam pacaran ialah ketidak puasan dan ketidak setiaan., sehingga menyebabkan orang ganti dan pasang pacar.
Dalam masa pacaran, biasanya orang saling mengikatkan diri dan menikmati komitmen pernikahan, mereka menyia-nyiakan masa bujangan yang seharusnya menyenangkan. Setelah memasuki pernikahan mereka tidak lagi membutuhkan untuk saling memenangkan hati partnernya, karena itu suami menjadi lebih memperhatikan pekerjaannya dan isteripun mencari kesibukan sendiri, untuk menikmati masa bujangan yang sudah berlalu. Ini adalah siasat Iblis yang menipu.

Dalam pacaran laki-laki dan wanita masing-masing berusaha untuk menunjukkan kelakuan yang baik, sehingga tidak bisa mengenal siapa dia yang sebenarnya.

Masa perkenalan (Courtship)
Pada tahap ini dimana laki-laki dan wanita merasa tertarik dan memasuki masa untuk saling mengenal dengan persetujuan orang tua wanita kepada laki-laki tersebut. Dalam masa pengenalan, maka masing-masing tetap memusatkan perhatiannya atau persekutuannya dengan Tuhan (1  Kor. 7: 32).
Untuk membangun pernikahan yang kuat, kita membutuhkan berkat Allah, sedangkan berkat Allah diturunkan kalau kita tunduk atau taat kepada otoritas.

Dalam masa perkenalan perlu dilibatkan orang tua (Ayah) wanita, karena didalam pernikahan terjadi perpindahan otoritas dari ayah gadis kepada pengantin laki-laki.
Dengan demikian perzinahan dalam pacaran bisa dihindarkan.
Kalau seorang anak berontak terhadap orang tuanya dengan cara tertentu, maka dia sedang menurunkan pemberontakannya kepada anaknya sendiri, sehingga dimasa mendatang dia akan menerima buah akibat ketidaktaatannya. Ingat hukum tabur tuai.

Masa perkenalan dimulai pada saat orang serius akan memasuki pernikahan, mungkin dengan sepengetahuan orang tua, hamba Tuhan atau teman yang sudah cukup dewasa.

Pertunangan adalah masa dimana wanita menyetujui untuk menerima perlindungan
pemuda dalam menuju pernikahan.
Masa pengenalan ini tidak boleh terlalu lama, karena Tuhan menciptakan wanita untuk menahan nafsunya dalam jangka waktu tertentu dan akan meledak dalam awal pernikahan.

Untuk menghindari dosa dalam moral dimasa perkenalan perlu diperhatikan:
1.      Harus memutuskan bahwa aku akan menjadi ‘wanita untuk satu pria’ atau ‘pria untuk satu wanita’.
Dengan demikian kita menerima komitmen seumur hidup dalam pernikahan dan setelah memasuki pernikahan kita tidak lagi menginginkan yang lain, tetapi bekerja sama dengan pasangan kita untuk mencapai kesatuan.
2.      Merubah cara pacaran pada umumnya dengan masa pengenalan yang dewasa.
Untuk merubah pacaran menjadi pengenalan diantara satu sama lain, kita harus percaya bahwa Tuhan mempunyai rencana dalam hidup kita, dan ini hanya bisa terjadi kalau kita terus mempererat persekutuan kita dengan Tuhan.
3.      Jangan menjamah,
1 Kor. 7: 1:’…….Adalah baik bagi laki-laki kalau ia tidak kawin’, dalam bahasa aslinya berbunyi ’tidak menjamah wanita’, berarti tidak melakukan hubungan badan dengan wanita.

Hasil penelitian mengatakan bahwa 80% masalah keluarga disebabkan oleh masa pacaran yang tidak kudus.

Alasan berpacaran yang yang salah:
·        Masalah usia
·        Rasa kesepian.
·        Desakan dari orang tua atau teman.
·        Merasa suka dan cocok.
·        Materi.
·        Asmara atau ketertarikan jasmani.
·        Biologis, khusus untuk pria karena nafsu.

Menentukan jodoh sesuai kehendak Tuhan:




                    
                                                                              keluarga Allah                         
                                        individu
                                                

                                                              keluarga

I.                   Secara individu.                         
·        Prinsip 2 Kor. 6:14: ’Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tidak percaya. (Ezra 10,  Maleakhi  2: 11).
  • Berdoa, untuk benar-benar yakin akan kehendak Tuhan. Orang-orang tertentu mengatakan diberi tahu oleh Tuhan jodohnya, tetapi jangan jadikan patokan dalam mencari jodoh, karena ini pengalaman pribadi. Sangat subjective!
  • Dalam masa perkenalan jangan tergiur dengan kelebihan partner, tetapi usahakan terus mencari kelemahannya, sehingga bisa bekerja sama untuk saling menyesuaikan.



Hubungan emosi dan logika:








Dalam mencari pasangan hidup, perlu dipikirkan :

1.      Pria harus lebih dewasa rohani dari pada wanita.
Di Kej. 2 :16- 17…Allah memberi perintah kepada Adam, sebelum Hawa    diciptakan. Hal ini sangat penting supaya pria bisa mengasihi isterinya dan isteri bisa tunduk kepada suami.
2.      Pasangan hidup harus seorang yang menghormati dan mengasihi orang tua, seperti tertulis dalam Efesus 6:2 ‘ .….supaya panjang umur dan bahagia’.
3.      Seorang yang mengasihi diri sendiri (tidak berarti egois), sehingga tidak menuntut dan merongrong.
Orang dari keluarga broken home, cenderung untuk menuntut dalan pacaran, egois, possessive, curiga dan cemburu.
4.      Mempunyai tujuan hidup yang sama, apalagi kalau ada panggilan melayani full- time. Sebaiknya laki-laki menentukan tujuan hidupnya dahulu baru mencaari pasangan hidup.

Keintiman menyangkut: emosi, sex, social (gereja, teman sekerja, keluarga), rekreasi dan intelektual. 

II.  Keluarga
Minta persetujuan orang tua dan pendapat sanak- saudara. Dalam statistik, jodoh yang di restui orang tua, menunjukkan turunnya angka perceraian.
Mat. 22: 37 dan 1 Petrus 4:2- 3, hati-hati dengan mengikuti kehendak manusia, terutama yang belum mengenal Tuhan.

III. Gembala atau penatua dan saudara seiman

Orang-orang dalam keluarga Allah mengambil bagian penting dalam memberikan pandangan tentang pasangan hidup. Tetapi biasanya orang datang kepada gembala atau penatua hanya minta direstui dan diberkati.

Untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan pasti, ketiga hal diatas sangat penting, ketiga-tiganya sama penting, dan harus disetujui oleh ketiga-tiganya.

Kalau kehendak Tuhan:
  • Keberhasilan dalam sekolah dan pekerjaan.
  • Kemajuan rohani (aktif pelayanan, karakter menjadi dewasa).
  • Orang tua menyetujui dan orang sekitar kita mendukung.

Kesalahan dalam pacaran:
1.      Jangan berpacaran dengan harapan partner akan bertobat.
2.      Jangan kuatir dengn paras wajah, tetapi perhatikan karakternya.
3.      Ragu-ragu karena tidak mendengar suara Tuhan siapa jodohnya.
4.      Tidak semua orang akan kawin (Mat.19: 12).

Ada 4 macam persahabatan.

a. Complete love.         b. Self- giving love         c.  Friendship          d.  Lust.







 

Sejauh apa kita boleh pacaran? Sebatas apa?

  • Mat. 5: 27  ………..setiap orang yang memandang wanita serta menginginkannya, sudah berzinah dalam hatinya’
  • Mat.15: 18, 19  ……apa yang keluar dari mulut berasal dari hati………dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan………’
  • Rom. 13: 13  … ….jangan hidup dalam pesta pora, kemabukan, percabulan dan hawa nafsu
  • 2 Petr. 2: 14  … …..mata mereka penuh nafsu zinah dan tidak jemu berbuat dosa…….mereka adalah orang-orang terkutuk’
  • Yudas 1 : 7 ‘………Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota sekitarnya yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tidak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai
peringatan kepada semua orang’

Alkitab tidak menulis secara jelas, boleh atau tidak pacaran, dan sejauh apa kita boleh pacaran, tetapi Alkitab menulis dengan jelas, setiap perbuatan yang menimbulkan hawa nafsu atau rangsangan adalah perbuatan zinah dihadapan Tuhan. Rangsangan yang menimbulkan nafsu berahi adalah dosa diluar hubungan pernikahan, tetapi hal itu kudus dalam ikatan pernikahan.

Jadi dalam pacaran tidak dilarang untuk ciuman, pegangan tangan, pelukan, dan tidak di-batasi berapa lama boleh pelukan dsb, tetapi yang sangat penting yaitu tidak boleh menimbulkan nafsu berahi dan terangsang : untuk Andi pelukan selama15 detik tidak menimbulkan nafsu, tetapi Budi tidak tahan, dalam hal ini kebudayaan memegang peranan.
Kalau kontak secara badani, baik pegangan tangan, pelukan, bisa menimbulkan rangsangan lebih baik jangan dilakukan!

Pacaran masa kini, walaupun mereka tidak melakukan hubungan sex, mereka sudah sampai ‘heavy patting’ artinya, ciuman, pelukan, saling meraba sehingga menimbulkan nafsu birahi.

Nafsu birahi:
  • Nafsu berahi tidak pernah bisa dipuaskan karena itu adalah sesuatu yang bersifat menuntut, sedangkan kasih itu memberi. Panca indera kita cenderung menuntut lebih dan lebih, misalnya mata, rabaan.
  • Nafsu berahi bisa dikontrol, karena manusia diciptakan sesuai gambaran Allah dan Tuhan sendiri memberi kekuatan untuk itu. Binatang tidak bisa mengkontrol nafsu tetapi dikontrol nafsu.
Contoh:
Program safe-sex, menganjurkan agar anak remaja diberi kondom, dan orang tua mengijinkan anak remajanya melakukan hubungan sex d- rumah. Program ini menyamakan manusia dengan binatang.
  • Nafsu berahi yang tidak bisa dikontrol merupakan dosa yang berasal dari dalam hati, 1Kor. 6: 18: ’…Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri’. Karena itu, orang-orang ini harus mengakui dosanya dihadapan Tuhan dan belajar menguduskan diri dari rangsangan sex.
  • Orang yang mempunyai masalah dengan nafsu berahi sebelum menikah, kalau tidak diselesaikan atau bertobat, akan terus terbawa dalam pernikahan dan mengakibatkan penyelewengan sex. Hawa nafsu hanya bisa dipuaskan dengan hubungan sex, dan hubungan sex yang satu disambung dengan yang berikutnya.


Perbedaan laki-laki dan wanita

Nafsu birahi:
·        Laki-laki: terangsang melalui mata karena melihat, lalu ingin memiliki, karena stimulasi horman menimbulkan nafsu berahi.
·        Wanita: nafsu berahi timbul atau terangsang melalui perkataan yang manis, yang merayu, karena wanita memakai perasaan dan nafsunya bangkit dengan lambat melalui pegangan, rayuan, rabaan dan ciuman.
Karena itu laki-laki sangat terangsang dengan wanita yang memakai rok mini atau yang menunjukkan bagian dari tubuhnya (perut atau payu- dara, rok yang cowak dan ketat), sedangkan wanita tidak pernah tertarik dengan laki-laki yang terbuka bajunya, sebaliknya denga laki-laki yang jantan dalam karakter, gagah dan bersifat bisa melindungi.

Sex:
·        Laki-laki: bagi laki-laki hubungan sex adalah hasil akhir dari suatu hubungan.
·        Wanita: sex sebagai suatu bagian kecil dari hubungan yang luas.
Karena itu laki-laki yang selalu menginginkan huungan sex dalam pacaran, akan meninggalkan pacarnya setelah mendapatkan itu.

Pacaran yang sebenarnya:
Immature covenant (low commitment)


intimacy                   mature            Grace – to forgive and be forgiven
        to know and be known
                                                      
                    Empowering – to serve and be served
                           
Pacaran dimulai dengan sedikit komitmen, dengan berjalannya waktu bertambah komitmennya, sehingga timbul trust (percaya) dan security, karena bertambahnya kasih anugerah Allah dalam hubungan itu, terjadi mengampuni dan diampuni dalam perbedaan-perbedaan yang ada. Hubungan ini terus bertumbuh, sampai bisa saling melayani, saling mendorong untuk sukses, dan terarah kepada keintiman yang lebih dalam yaitu, mengerti, saling mengenal dan memperhatikan, melengkapi, baru kemudian memasuki pernikahan.

Umur berapa boleh pacaran?

Menurut penyelidikan anak-anak masa puber masih tidak stabil, mencari identitas diri, dan pikiran belum dewasa, karena kalau dewasa pemikiran bisa berubah, karena itu jangan pacaran dulu.
Sampai umur 27 tahun, sebenarnya manusia masih dalam tahap mencari identitas diri.
Menurut Bill Gothard,  sampai umur 27 tahun lebih baik melayani Tuhan dulu, baru sesudah itu memikirkan jodoh.

Apakah hanya ada satu jodoh?

Jawabnya: tidak!
Dalam perjalanan hidup seseorang, sebelum dia dewasa secara rohani atau umur, dia bisa tertarik dengan orang yang belum dewasa rohaninya, tetapi Tuhan selalu turut bekerja sama, untuk membentuk karakternya.
Setelah orang menjadi dewasa, dia akan cenderung mencari pasangan yang seimbang, yaitu yang dewasa rohaninya.
Manusia bertumbuh terus jiwanya, pemikiran, keinginan dan perasaannya, karena itu sebelum siap untuk menikah, jangan pacaran dulu.


Apa yang terjadi jika hubungan tidak disertai dengan komitmen yang benar?
Hubungan tanpa komitmen yang jelas menghasilkan pacaran yang tidak sehat, karena mereka tidak tahu kemana arah dari hubungan kasih yang mereka jalin. Sejak awal menjalin hubungan sudah dikuasai dosa, oleh sebab itu ketika hubungan itu berjalan bukan Tuhan yang berkuasa tapi keinginan daging mereka masing-masing. Anak-anak Tuhan mengerti betul kalau berciuman di bibir, leher dan sebagainya dapat menimbulkan hawa nafsu yang justru akan menjebak mereka. Sehingga tidak jarang anak-anak Tuhan bisa jatuh dalam dosa seks sebelum pernikahan. Dan tidak jarang mereka menjadikan seks sebagai suatu tindakan wajar yang dilakukan oleh pasangan kekasih. Ketika dosa itu sudah tumbuh dan berkembang dalam suatu hubungan, maka kita akan merasa jauh dari Allah. Hal ini dikarenakan terdapat dosa yang belum kita bereskan dan dosa tersebut akan terus mengintimidasi sehingga membuat kita makin merasa bersalah dan merasa tidak layak menyembah Tuhan. Untuk menghindari semua ini, kita harus berpegang teguh pada Firman Tuhan dan jangan pernah sekali-kali bertoleransi terhadap dosa.
Efesus 5:17, Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Sikap apa yang dibutuhkkan dalam pacaran?
Jadi, pacaran yang sehat sesuai Firman Tuhan itu seperti apa? Kalau kita mengerti bahwa kita adalah manusia yang berdosa sehinga mudah dikuasai oleh hawa nafsu, maka usahakan jangan berduaan di tempat sepi atau bahkan liburan berdua. Menghargai seks sebagai suatu anugerah yang harusnya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Menjadikan pasangan sebagai sahabat baik yang saling mendukung satu sama lain. Mencintai kepribadiannya dan bukan fisik ataupun materi yang dimiliki. Beberapa syarat yang harus dimiliki baik pria ataupun wanita seperti Adam dan Hawa (Kejadian 2:23-25). Pria: memiliki visi, mampu menjadi pemimpin atau menjadi kepala keluarga yang baik, dan bertanggung jawab. Wanita: memiliki kecantikan batin, pendukung, lemah lembut, tenang dan tidak mudah khawatir. Secara keseluruhan, pasangan yang baik adalah pasangan yang memiliki kasih sejati di dalam hidupnya.
1 Korintus 13:4-5, Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan oran
Pikirkan masa depan, tidak mungkin Tuhan menjodohkan kita dengan orang yang tidak berkenan dihadapanNya,. Jangan merencanakan hal-hal yang bodoh di hadapan Tuhan, tetapi turutilah kehendak Tuhan Yesus sesuai dengan apa yang difirmankanNya. Percaya saja, Dia lebih mengerti apa yang terbaik buat kita. Ketika sudah saatnya nanti, kita akan berterimakasih kepada Tuhan, karena Dia tidak akan pernah salah memasangkan.
Pengkhotbah 3:11, Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

"TUHAN MEMASANGKAN YANG PAS UNTUKMU"



MENENTUKAN  PASANGAN HIDUP

Pendahuluan
Keputusan penting yang harus kita lakukan dalam hidup ini, setelah keselamatan adalah keputusan untuk menentukan jodoh dan menikah.
Tuhan memberikan kepada kita secara alamiah keinginan untuk memiliki teman hidup. Pelajaran ini sangat penting untuk dilakukan, supaya berkat Tuhan itu turun dalam pernikahan kita.
Karena pernikahan adalan dasar bangunan untuk sebuah keluarga yang kita bangun, kurang pengertian dalam hal ini akan melemahkan dasar atau fondasi keluarga yang kita bangun, dengan demikian mempengaruhi gereja Tuhan dan masyarakat atau negara.
Dengan melakukan masa perkenalan yang kudus, berarti kita menghormati Tuhan yang menciptakan pernikahan, maka dengan sendirinya kita akan mempererat hubungan kita dengan Tuhan.

Ibrani 13:4- 5: ’Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap pernikahan, dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur……………..karena Allah telah berfirman, Aku sekali-kali tidak akan membiarkan kamu dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan kamu.’

Berpacaran (dating) atau berkenalan (courtship)?

Istilah pacaran muncul sejak dari jaman Romawi kuno. Pada jaman itu, wanita-wanita kaya yang ditinggalkan oleh suami mereka karena urusan dagang, merasa kesepian, lalu mereka bercumbu dengan pembantu laki-laki mereka (seperti isteri Potifar yang mengingini Yusuf). Lalu istilah pacaran ini menyebar kepada para gadis dan menjadi terkenal sampai sekarang.

Arti kata ‘pacaran’ itu adalah, mempunyai rasa tertarik kepada lawan jenis dan mengolah rasa tertarik ini dalam pikiran, penampilan, tulisan, dalam percakapan maupun melalui setiap kejadian.
Jangan sampai terjebak pada motivasi yang salah
Sebelum menjalin sebuah hubungan ada baiknya kita melihat kembali tujuan awal ketika kita akan memulai suatu hubungan berpacaran itu apa? Karena keinginan mata saja ataukah karena kita ingin membangun suatu hubungan serius dengan komitmen ke arah pernikahan? Jaman sekarang seringkali manusia mencobai dirinya sendiri dengan asal saja menjalin hubungan pacaran. Ada yang beranggapan “Daripada jomblo, mending pacaran saja meskipun tidak serius” ada juga yang beranggapan pacaran adalah sebuah lifestyle yang wajar dilakukan meskipun tanpa komitmen yang jelas. Sebagian wanita cenderung melihat sosok pasangan  ideal berdasarkan materi atau jabatan yang dimiliki sedangkan pria seringkali tertarik kepada wanita karena penampilan fisiknya, apakah dia seksi dan good looking atau tidak. Pemikiran-pemikiran seperti ini yang justru menjebak anak-anak Tuhan sehingga mereka memberikan dirinya untuk dikuasai dosa.
Yakobus 1:4, Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena dia diseret dan dipikat lehnya.

Bentuk pacaran sudah dicatat dalam Alkitab sejak dalam kitab Kejadian, Kej. 6: 1- 7.
Ayat ke 2 : ’maka anak-anak Allah melihat bahwa anak anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil ister idari perempuan itu siapa saja yang di- sukainya.’
Ayat 5- 6: ’Ketika di lihat Tuhan bahwa kejahatan manusia besar dibumi…..segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan….maka menyesallah Tuhan, bahwa Dia telah menjadikan manusia dibumi’.

Tuhan membinasakan manusia pada zaman Nuh, dengan salah satu alasannya adalah pacaran yang terkenal pada masa kini.
Orang-orang terkenal dalam Alkitab yang hancur hidupnya akibat pacaran adalah Simson, Daud dan Salomo.

Motivasi pacaran adalah untuk mendapatkan sesuatu yang didasari oleh nafsu, dengan tujuan kepuasan pribadi.
Salomo memperingatkan dalam Pengkotbah 11: 9: ‘Bersukarialah, hai pemuda dalam kemudaanmu……tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau kepengadilan’.

Akibatnya, pacaran tidak saja menimbulkan sakit hati (karena saling menuntut satu sama lain), tetapi sering kali membentuk dasar-dasar konflik dalam pernikahan.
Dua orang yang berpacaran, selalu hanya mau berdua-duaan, sehingga mereka acuh terhadap teman yang lain, sehingga merusak hubungan mereka dengan teman mereka masing-masing. Bahkan untuk orang yang pernah putus pacar, maka bekas pacarnya akan sangat terluka atau kepahitan dengan pacarnya yang baru. Yang paling celaka dalam pacaran yaitu akan merusak hubungan kita dengan Tuhan, karena dua orang yang berpacaran hanya memperhatikan satu sama lain.
Amsal 8: 17, ‘…Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku’.

Tragedi yang sering terjadi dalam pacaran ialah ketidak puasan dan ketidak setiaan., sehingga menyebabkan orang ganti dan pasang pacar.
Dalam masa pacaran, biasanya orang saling mengikatkan diri dan menikmati komitmen pernikahan, mereka menyia-nyiakan masa bujangan yang seharusnya menyenangkan. Setelah memasuki pernikahan mereka tidak lagi membutuhkan untuk saling memenangkan hati partnernya, karena itu suami menjadi lebih memperhatikan pekerjaannya dan isteripun mencari kesibukan sendiri, untuk menikmati masa bujangan yang sudah berlalu. Ini adalah siasat Iblis yang menipu.

Dalam pacaran laki-laki dan wanita masing-masing berusaha untuk menunjukkan kelakuan yang baik, sehingga tidak bisa mengenal siapa dia yang sebenarnya.

Masa perkenalan (Courtship)
Pada tahap ini dimana laki-laki dan wanita merasa tertarik dan memasuki masa untuk saling mengenal dengan persetujuan orang tua wanita kepada laki-laki tersebut. Dalam masa pengenalan, maka masing-masing tetap memusatkan perhatiannya atau persekutuannya dengan Tuhan (1  Kor. 7: 32).
Untuk membangun pernikahan yang kuat, kita membutuhkan berkat Allah, sedangkan berkat Allah diturunkan kalau kita tunduk atau taat kepada otoritas.

Dalam masa perkenalan perlu dilibatkan orang tua (Ayah) wanita, karena didalam pernikahan terjadi perpindahan otoritas dari ayah gadis kepada pengantin laki-laki.
Dengan demikian perzinahan dalam pacaran bisa dihindarkan.
Kalau seorang anak berontak terhadap orang tuanya dengan cara tertentu, maka dia sedang menurunkan pemberontakannya kepada anaknya sendiri, sehingga dimasa mendatang dia akan menerima buah akibat ketidaktaatannya. Ingat hukum tabur tuai.

Masa perkenalan dimulai pada saat orang serius akan memasuki pernikahan, mungkin dengan sepengetahuan orang tua, hamba Tuhan atau teman yang sudah cukup dewasa.

Pertunangan adalah masa dimana wanita menyetujui untuk menerima perlindungan
pemuda dalam menuju pernikahan.
Masa pengenalan ini tidak boleh terlalu lama, karena Tuhan menciptakan wanita untuk menahan nafsunya dalam jangka waktu tertentu dan akan meledak dalam awal pernikahan.

Untuk menghindari dosa dalam moral dimasa perkenalan perlu diperhatikan:
1.      Harus memutuskan bahwa aku akan menjadi ‘wanita untuk satu pria’ atau ‘pria untuk satu wanita’.
Dengan demikian kita menerima komitmen seumur hidup dalam pernikahan dan setelah memasuki pernikahan kita tidak lagi menginginkan yang lain, tetapi bekerja sama dengan pasangan kita untuk mencapai kesatuan.
2.      Merubah cara pacaran pada umumnya dengan masa pengenalan yang dewasa.
Untuk merubah pacaran menjadi pengenalan diantara satu sama lain, kita harus percaya bahwa Tuhan mempunyai rencana dalam hidup kita, dan ini hanya bisa terjadi kalau kita terus mempererat persekutuan kita dengan Tuhan.
3.      Jangan menjamah,
1 Kor. 7: 1:’…….Adalah baik bagi laki-laki kalau ia tidak kawin’, dalam bahasa aslinya berbunyi ’tidak menjamah wanita’, berarti tidak melakukan hubungan badan dengan wanita.

Hasil penelitian mengatakan bahwa 80% masalah keluarga disebabkan oleh masa pacaran yang tidak kudus.

Alasan berpacaran yang yang salah:
·        Masalah usia
·        Rasa kesepian.
·        Desakan dari orang tua atau teman.
·        Merasa suka dan cocok.
·        Materi.
·        Asmara atau ketertarikan jasmani.
·        Biologis, khusus untuk pria karena nafsu.

Menentukan jodoh sesuai kehendak Tuhan:




                    
                                                                              keluarga Allah                         
                                        individu
                                                

                                                              keluarga

I.                   Secara individu.                         
·        Prinsip 2 Kor. 6:14: ’Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tidak percaya. (Ezra 10,  Maleakhi  2: 11).
  • Berdoa, untuk benar-benar yakin akan kehendak Tuhan. Orang-orang tertentu mengatakan diberi tahu oleh Tuhan jodohnya, tetapi jangan jadikan patokan dalam mencari jodoh, karena ini pengalaman pribadi. Sangat subjective!
  • Dalam masa perkenalan jangan tergiur dengan kelebihan partner, tetapi usahakan terus mencari kelemahannya, sehingga bisa bekerja sama untuk saling menyesuaikan.



Hubungan emosi dan logika:








Dalam mencari pasangan hidup, perlu dipikirkan :

1.      Pria harus lebih dewasa rohani dari pada wanita.
Di Kej. 2 :16- 17…Allah memberi perintah kepada Adam, sebelum Hawa    diciptakan. Hal ini sangat penting supaya pria bisa mengasihi isterinya dan isteri bisa tunduk kepada suami.
2.      Pasangan hidup harus seorang yang menghormati dan mengasihi orang tua, seperti tertulis dalam Efesus 6:2 ‘ .….supaya panjang umur dan bahagia’.
3.      Seorang yang mengasihi diri sendiri (tidak berarti egois), sehingga tidak menuntut dan merongrong.
Orang dari keluarga broken home, cenderung untuk menuntut dalan pacaran, egois, possessive, curiga dan cemburu.
4.      Mempunyai tujuan hidup yang sama, apalagi kalau ada panggilan melayani full- time. Sebaiknya laki-laki menentukan tujuan hidupnya dahulu baru mencaari pasangan hidup.

Keintiman menyangkut: emosi, sex, social (gereja, teman sekerja, keluarga), rekreasi dan intelektual. 

II.  Keluarga
Minta persetujuan orang tua dan pendapat sanak- saudara. Dalam statistik, jodoh yang di restui orang tua, menunjukkan turunnya angka perceraian.
Mat. 22: 37 dan 1 Petrus 4:2- 3, hati-hati dengan mengikuti kehendak manusia, terutama yang belum mengenal Tuhan.

III. Gembala atau penatua dan saudara seiman

Orang-orang dalam keluarga Allah mengambil bagian penting dalam memberikan pandangan tentang pasangan hidup. Tetapi biasanya orang datang kepada gembala atau penatua hanya minta direstui dan diberkati.

Untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan pasti, ketiga hal diatas sangat penting, ketiga-tiganya sama penting, dan harus disetujui oleh ketiga-tiganya.

Kalau kehendak Tuhan:
  • Keberhasilan dalam sekolah dan pekerjaan.
  • Kemajuan rohani (aktif pelayanan, karakter menjadi dewasa).
  • Orang tua menyetujui dan orang sekitar kita mendukung.

Kesalahan dalam pacaran:
1.      Jangan berpacaran dengan harapan partner akan bertobat.
2.      Jangan kuatir dengn paras wajah, tetapi perhatikan karakternya.
3.      Ragu-ragu karena tidak mendengar suara Tuhan siapa jodohnya.
4.      Tidak semua orang akan kawin (Mat.19: 12).

Ada 4 macam persahabatan.

a. Complete love.         b. Self- giving love         c.  Friendship          d.  Lust.







 

Sejauh apa kita boleh pacaran? Sebatas apa?

  • Mat. 5: 27  ………..setiap orang yang memandang wanita serta menginginkannya, sudah berzinah dalam hatinya’
  • Mat.15: 18, 19  ……apa yang keluar dari mulut berasal dari hati………dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan………’
  • Rom. 13: 13  … ….jangan hidup dalam pesta pora, kemabukan, percabulan dan hawa nafsu
  • 2 Petr. 2: 14  … …..mata mereka penuh nafsu zinah dan tidak jemu berbuat dosa…….mereka adalah orang-orang terkutuk’
  • Yudas 1 : 7 ‘………Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota sekitarnya yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tidak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai
peringatan kepada semua orang’

Alkitab tidak menulis secara jelas, boleh atau tidak pacaran, dan sejauh apa kita boleh pacaran, tetapi Alkitab menulis dengan jelas, setiap perbuatan yang menimbulkan hawa nafsu atau rangsangan adalah perbuatan zinah dihadapan Tuhan. Rangsangan yang menimbulkan nafsu berahi adalah dosa diluar hubungan pernikahan, tetapi hal itu kudus dalam ikatan pernikahan.

Jadi dalam pacaran tidak dilarang untuk ciuman, pegangan tangan, pelukan, dan tidak di-batasi berapa lama boleh pelukan dsb, tetapi yang sangat penting yaitu tidak boleh menimbulkan nafsu berahi dan terangsang : untuk Andi pelukan selama15 detik tidak menimbulkan nafsu, tetapi Budi tidak tahan, dalam hal ini kebudayaan memegang peranan.
Kalau kontak secara badani, baik pegangan tangan, pelukan, bisa menimbulkan rangsangan lebih baik jangan dilakukan!

Pacaran masa kini, walaupun mereka tidak melakukan hubungan sex, mereka sudah sampai ‘heavy patting’ artinya, ciuman, pelukan, saling meraba sehingga menimbulkan nafsu birahi.

Nafsu birahi:
  • Nafsu berahi tidak pernah bisa dipuaskan karena itu adalah sesuatu yang bersifat menuntut, sedangkan kasih itu memberi. Panca indera kita cenderung menuntut lebih dan lebih, misalnya mata, rabaan.
  • Nafsu berahi bisa dikontrol, karena manusia diciptakan sesuai gambaran Allah dan Tuhan sendiri memberi kekuatan untuk itu. Binatang tidak bisa mengkontrol nafsu tetapi dikontrol nafsu.
Contoh:
Program safe-sex, menganjurkan agar anak remaja diberi kondom, dan orang tua mengijinkan anak remajanya melakukan hubungan sex d- rumah. Program ini menyamakan manusia dengan binatang.
  • Nafsu berahi yang tidak bisa dikontrol merupakan dosa yang berasal dari dalam hati, 1Kor. 6: 18: ’…Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri’. Karena itu, orang-orang ini harus mengakui dosanya dihadapan Tuhan dan belajar menguduskan diri dari rangsangan sex.
  • Orang yang mempunyai masalah dengan nafsu berahi sebelum menikah, kalau tidak diselesaikan atau bertobat, akan terus terbawa dalam pernikahan dan mengakibatkan penyelewengan sex. Hawa nafsu hanya bisa dipuaskan dengan hubungan sex, dan hubungan sex yang satu disambung dengan yang berikutnya.


Perbedaan laki-laki dan wanita

Nafsu birahi:
·        Laki-laki: terangsang melalui mata karena melihat, lalu ingin memiliki, karena stimulasi horman menimbulkan nafsu berahi.
·        Wanita: nafsu berahi timbul atau terangsang melalui perkataan yang manis, yang merayu, karena wanita memakai perasaan dan nafsunya bangkit dengan lambat melalui pegangan, rayuan, rabaan dan ciuman.
Karena itu laki-laki sangat terangsang dengan wanita yang memakai rok mini atau yang menunjukkan bagian dari tubuhnya (perut atau payu- dara, rok yang cowak dan ketat), sedangkan wanita tidak pernah tertarik dengan laki-laki yang terbuka bajunya, sebaliknya denga laki-laki yang jantan dalam karakter, gagah dan bersifat bisa melindungi.

Sex:
·        Laki-laki: bagi laki-laki hubungan sex adalah hasil akhir dari suatu hubungan.
·        Wanita: sex sebagai suatu bagian kecil dari hubungan yang luas.
Karena itu laki-laki yang selalu menginginkan huungan sex dalam pacaran, akan meninggalkan pacarnya setelah mendapatkan itu.

Pacaran yang sebenarnya:
Immature covenant (low commitment)


intimacy                   mature            Grace – to forgive and be forgiven
        to know and be known
                                                      
                    Empowering – to serve and be served
                           
Pacaran dimulai dengan sedikit komitmen, dengan berjalannya waktu bertambah komitmennya, sehingga timbul trust (percaya) dan security, karena bertambahnya kasih anugerah Allah dalam hubungan itu, terjadi mengampuni dan diampuni dalam perbedaan-perbedaan yang ada. Hubungan ini terus bertumbuh, sampai bisa saling melayani, saling mendorong untuk sukses, dan terarah kepada keintiman yang lebih dalam yaitu, mengerti, saling mengenal dan memperhatikan, melengkapi, baru kemudian memasuki pernikahan.

Umur berapa boleh pacaran?

Menurut penyelidikan anak-anak masa puber masih tidak stabil, mencari identitas diri, dan pikiran belum dewasa, karena kalau dewasa pemikiran bisa berubah, karena itu jangan pacaran dulu.
Sampai umur 27 tahun, sebenarnya manusia masih dalam tahap mencari identitas diri.
Menurut Bill Gothard,  sampai umur 27 tahun lebih baik melayani Tuhan dulu, baru sesudah itu memikirkan jodoh.

Apakah hanya ada satu jodoh?

Jawabnya: tidak!
Dalam perjalanan hidup seseorang, sebelum dia dewasa secara rohani atau umur, dia bisa tertarik dengan orang yang belum dewasa rohaninya, tetapi Tuhan selalu turut bekerja sama, untuk membentuk karakternya.
Setelah orang menjadi dewasa, dia akan cenderung mencari pasangan yang seimbang, yaitu yang dewasa rohaninya.
Manusia bertumbuh terus jiwanya, pemikiran, keinginan dan perasaannya, karena itu sebelum siap untuk menikah, jangan pacaran dulu.


Apa yang terjadi jika hubungan tidak disertai dengan komitmen yang benar?
Hubungan tanpa komitmen yang jelas menghasilkan pacaran yang tidak sehat, karena mereka tidak tahu kemana arah dari hubungan kasih yang mereka jalin. Sejak awal menjalin hubungan sudah dikuasai dosa, oleh sebab itu ketika hubungan itu berjalan bukan Tuhan yang berkuasa tapi keinginan daging mereka masing-masing. Anak-anak Tuhan mengerti betul kalau berciuman di bibir, leher dan sebagainya dapat menimbulkan hawa nafsu yang justru akan menjebak mereka. Sehingga tidak jarang anak-anak Tuhan bisa jatuh dalam dosa seks sebelum pernikahan. Dan tidak jarang mereka menjadikan seks sebagai suatu tindakan wajar yang dilakukan oleh pasangan kekasih. Ketika dosa itu sudah tumbuh dan berkembang dalam suatu hubungan, maka kita akan merasa jauh dari Allah. Hal ini dikarenakan terdapat dosa yang belum kita bereskan dan dosa tersebut akan terus mengintimidasi sehingga membuat kita makin merasa bersalah dan merasa tidak layak menyembah Tuhan. Untuk menghindari semua ini, kita harus berpegang teguh pada Firman Tuhan dan jangan pernah sekali-kali bertoleransi terhadap dosa.
Efesus 5:17, Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Sikap apa yang dibutuhkkan dalam pacaran?
Jadi, pacaran yang sehat sesuai Firman Tuhan itu seperti apa? Kalau kita mengerti bahwa kita adalah manusia yang berdosa sehinga mudah dikuasai oleh hawa nafsu, maka usahakan jangan berduaan di tempat sepi atau bahkan liburan berdua. Menghargai seks sebagai suatu anugerah yang harusnya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Menjadikan pasangan sebagai sahabat baik yang saling mendukung satu sama lain. Mencintai kepribadiannya dan bukan fisik ataupun materi yang dimiliki. Beberapa syarat yang harus dimiliki baik pria ataupun wanita seperti Adam dan Hawa (Kejadian 2:23-25). Pria: memiliki visi, mampu menjadi pemimpin atau menjadi kepala keluarga yang baik, dan bertanggung jawab. Wanita: memiliki kecantikan batin, pendukung, lemah lembut, tenang dan tidak mudah khawatir. Secara keseluruhan, pasangan yang baik adalah pasangan yang memiliki kasih sejati di dalam hidupnya.
1 Korintus 13:4-5, Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan oran
Pikirkan masa depan, tidak mungkin Tuhan menjodohkan kita dengan orang yang tidak berkenan dihadapanNya,. Jangan merencanakan hal-hal yang bodoh di hadapan Tuhan, tetapi turutilah kehendak Tuhan Yesus sesuai dengan apa yang difirmankanNya. Percaya saja, Dia lebih mengerti apa yang terbaik buat kita. Ketika sudah saatnya nanti, kita akan berterimakasih kepada Tuhan, karena Dia tidak akan pernah salah memasangkan.
Pengkhotbah 3:11, Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.


#dari berbagai sumber