Kamis, 01 September 2016

Pendakian Ke Gunung Prau (Pendaki Karbitan) 4,6 juli 2016

sebelum naik
Hmmm gak tau sih harus  mulai nulis darimana,,udah jarang nulis bahkan blog pun mulai lumutan,,hahaha :D

semua mungkin serba kebetulan, atau mungkin gak kebetulan juga sih, karena aku tetap percaya Tuhan yang mempertemukan aku dengan rombongan teman teman yang gokil, penggemar ketinggian, penyuka ketenangan ( single efek kali yah haha ..) pertama gak kenal sama cewe2 tengil nan baik hati dan berbudi pekerti luhur ini,, hehe..awalnya pengen ngajakin temen dari bandung dan ini adalah pendakian pertamanya,, yah beruntung juga sih hidup dizaman yang udah serba canggih bisa ketemu temen barengan di sosmed
 ( instagram.red )dan akhirnya kami pun dipertemukan dengan temen2 yang nyenengin ini, anti manja, anti ngeluh, anti pecah dll  #eeh hahaha...!

 oke deh gak afdol kalo gak dikenalin satu persatu here..we are  !!
saya yg jaket itam,Indah,Anett, Juwita, Johana, stevany

Sudah lama pengen ngedaki gunung yang berketinggian 2565 mdpl ini, awalnya nekat pengen ngedaki sendiri tapi akhirnya kuurungkan niat karena gak aman juga kalo sendiri,, siapa sih yang ga jatuh cinta sama gunung yg kecehh parah ini ?? Gunung cantik yang terletak di dataran tinggi Desa Dieng ini, dia begitu terkenal dikalangan pendaki, Golden sunrise yg tercantik se asia tenggara, garisan cakrawala yg begitu indah, semburat warna jingga kemerahmudaan saat sunsetnya muncul kala itu,, membuat kami betah berlama lama disana,,

oia hampir lupa mau ceritain nih gimana perjalanan kami rombongan pendaki karbitan hahah nama yg spontan kami temukan dan jadi nama rombongan kami sampai sekarang karena emang semua serba "pemula" mulai dari nyiapin logistic, masak, nenda, kenal jalur pake maps dari basecamp ahh pokonya luar biasa deh :)
jam 15.30 berangkat dari bandung

Kita berangkat minggu sore jam 15.30 sore dari bandung menuju kota wonosobo, dan setrongnya lagi ci indah ( begitu kami memanggilnya) dia nyetir tanpa kenal lelah tanpa ada yang backup, tapi guys kalo kalian pengen bawa kendaraaan sendiri jangan lupa bawa temen yang bisa nyetir juga biar lebih aman,dan gak terlalu capek,,kalaupun mau nekat nyetir sendiri harus diimbangi dengan istirahat yang cukup di rest area atau SPBU yah seperti yang kami lakukan hahaha.. awalnya ragu dan gak tega liat supir cantik kami ini, tapi luarr biasa Tuhan menolong akhirnya eeng..ing.. engg... sampailah kami pada tujuan yang dituju kota wonosobo jawa tengah tepat pukul 09.00 Wib kebayang kan waktu yang kami habiskan selama perjalanan ?? kurang lebih 17 jam slowly but sure !!

   Tiba di desa Dieng kami pun segera bertemu dengan 1 orang teman kami dari surabaya yang udah nunggu selama 4 jam hahhaha tapi sabar aja tu anak nungguin,, kayak nungguin jodoh hahhaa!!
dan akhirnya kamipun bergegas ke losmen BUDJONO yang punya namanya mas Aman, orangnya baik ramah, disana kami menyewa peralatan seperti tenda, matras,nesting, dll, sekedar isi perut dan bebersih diri yang udah kucel selama di mobil, mandi juga boleh lho GRATISS !! ( tapi aku yakin sih ga ada yang mandi soalnya dinginnya warrrbiasaahh ) oia gak lupa juga sambell nya juara,,recomended deh :)


"pendaki karbitan"
Tepat pukul 14.00 kami pun memulai petualangan ini, tanpa lupa daftar di basecamp, kami memilih berangkat melalui jalur dieng karena menurut info dari teman-teman jalurnya  lebih landai, tapi yang sempat bikin shock bukan treknya tapi fakta bahwa yang naik gunung prau  lewat jalur ini pada saat itu hanya rombongan "pendaki karbitan" hal itu terlihat dari List yang kosong melompong ketika daftar di basecamp,kebetulan kami naik pas bertepatan bulan puasa hari terakhir besoknya lebaran pertama, tetapi tetap niat udah bulat harus naik, dan kita pun naik dengan gembira dan sukacita seolah beban carriel yang berkilo kilo tidak kami rasakan yang ada hanya candaan, sentilan sentilan gurau dari temen temen,bahkan ada yang tiba-tiba berubah menjadi pujangga pujanggi, ( persiapan caption mungkin di sosmed hahha)



Hutan Akar Cinta
  • Dari basecamp Dieng kurang lebih 1 jam  berjalan santai akhirnya sampailah di POS 1 jalurnya masih landai, melintasi ladang penduduk, tidak begitu menguras tenaga hanya saja kami sering berhenti yah maklum lah pendaki 5m, 5 meter berenti 5 meter berenti hehehe :) 
  • Pos Satu (1) adalah batas antara ladang penduduk dengan kawasan hutan pinus, jalanan berupa tanah liat, di pos ini kita menemui pertigaan  dan sederetan bunga desember yang berwarna putih keunguan ikut menyejukkan mata kami,yang lelah dan haus ingin segera sampai puncak, jalannya terkesan landai dan menurun, pemandangan ladang carica ( pepaya kecil yang dijadikan manisan, dan jadi oleh2 khas desa ini) setelah sekitar 45 menit berjalan sampailah kami ke Pos 2
  •  
  • Pos Dua  Disekitar tugu batas wilayah antara - wonosobo dan batang, disini kami mendapati pertigaan, ke kiri menuju basecamp dwarwati,sedangkan ke kanan adalah jalur menuju puncak, melintasi hutan hutan pinus yang bikin adem, dan sangat menyenangkan lagi ketika mau mencapai pos ini kami kedatangan lagi 1 tambahan personil tadaaaa..dia cowonya cijo namanya Jonathan..oh iya guys cuma si johana yang punya cowo di grup kita,, semuanya masih jomlo2 tulen wkkwk dan betapa senangnya kami ketika satu cowo menghampiri kami dengan nafas terengah engah,dengan bermodalkan sleeping bag  dan donat dia berlari demi sang pujaan hati (asliii so sweett bgt) yang jomblo pun meradang dan alhasil kita ngebully habis habisan yang pacaran,, karena sudah melanggar aturan undang undang "pendaki karbitan" hahaha ...kita masih betah  berlama lama di hutan ini, untuk sekedar foto, kami tidak mau melewatkan  moment apapun,,tapi mungkin karena kebanyakan foto hari udah mulai sore perjalanan dari pos 2 ke pos 3 yang harusnya memakan waktu 45 menit tapi jadinya bisa berjam2 dan akhirnya kita memutuskan untuk 3 orang duluan ke pos 3 takut hari semakin malam, dan saya, Anet, dan Juwita kita berpisah dari temen lainnya dengan maksud mendirikan tenda duluan, dan sampailah kami di pos 3
    Bukit Teletubbies yang fenomenal
  • Pos Tiga (3)berada di tengah hutan pinus,berupa sepetak tanah lapang,dan disini lah pergolakan batin terjadi, emosi jiwa pun memuncak setelah kami bertemu dengan "bukit teletubbies" salah satu dari kita bertiga, sudah mulai kedinginan, bibir membiru, udah pucat pasi, mulai panik karena kita belum juga menemui area"camping ground" sayangnya digunung ini tidak terdapat petunjuk2, jadi bukit teletubbies ini sangat membingungkan,hampir nyerah dan mau bangun tenda disekitar wilayah ini,,tetapi alhasil dan puji TUHAN akhirnya kami melanjutkan dan gak ada kata nyerah sebelum dapat area camp.
    SUNSET GUNUNG PRAU
    sunset yang kala itu sangat indah dan menurut aku itu sunset yang sangat indah yang pernah aku lihat tetapi seolah tak tertarik karena panik dan sedikit cemas, kala keindahannya sunsetnya begitu menggoda,beberapa bunga daisy pun bermekaran disekeliling kami,hamparan sabana yang menyejukkan mata, seolah ingin menghibur kami yang sedang bingung, namun kami dengan sedikit perasaan cemas namun tetap percaya kalau Tuhan pasti tolong kami,,kami cuma bisa berusaha dan terus berharap pada yang KUASA,,
  • camp ground
  •  Dan puji Tuhan tepat pukul 18.00 akhirnya setelah melewati bukit yang berundak undak tapi lumayan bikin galau itu akhirnya,,kami melihat bendera tegak berdiri di atas,,dan ternyata kami sudah tepat berada di camping ground,(Pos 4) dan beberapa tenda sudah mulai berdiri,,AKAN  TETAPIIIII... perjuangan kami tidak hanya sampai  disitu,setelah mendirikan tenda kami masih agak sedikit was was dengan keberadaan 4 orang teman kami yang masih belum muncul juga,hari sudah semakin gelap dan setelah mendirikan tenda saya memutuskan untuk menyusul 4 orang teman kami yang lain,dan ternyata tidak sampai 5 menit kami berjalan ada suara lantang yang memanggil namaku dan kami sangat kenal itu suara mereka,,dan puji TUHAN kita ketemu deh,,gak kebayang senengnya kami setelah ketemu mereka mungkin adegannya kayak teletubbies ketika kehilangan Lala dan poh dan akhirnya.........berpelukannnn !!! ( gak deng hahaha,)



Setelah adegan yang penuh haru biru itu berakhir, kamipun mulai mengisi amunisi sekedar memasak air hangat dan mengisi perut yang udah dangdutan dari tadi siang,,ribuan bintang mulai bertaburan kami tidur dibawah jutaan bintang bintang, hotel bintang 5 kalah lah...haha..sayang kami tidak mengabadikannya, karena beberapa dari kami memilih istirahat karena besok kami harus bangun pagi,, 


sunrisenya prau
Tepat pukul 05.30 kamipun bergegas keluar dan ternyata tetangga kami yang nenda kala itu sudah bangun lebih awal dari kami,,telattt dech :( dan kami pun berhamburan keluar dan pagi kami disambut dengan lukisan alam yang tak tertandingi,,matahari dengan malu malu menampakkan dirinya yang cantik dan megah, spectrum digaris cakrawala yang sangat menawan, tampak di depan mata berdiri kokoh gunung kembar sindoro dan sumbing  yang tetap berhadapan seolah tak ingin dipisahkan, dari kejauhan  merapi - merbabu, telomoyo, dan andong yang masih enggan menampakkan dirinya,sungguh suguhan yang sangat indah,mulut serasa terkatup,gak bisa komentar apa apa, hanya di hati ini bersyukur dan kagum akan karya sang MAHA pelukis alam,tentunya tak lupa kami mengambil beberapa foto untuk dijadikan kenangan dan bukti bahwa kami pernah menginjak secuil surga di bumi jawa tengah ini, canda tawa bersama teman, rasa capek,dan rasa panik yang kemarin seolah sirna yang kami nikmati hanya lukisan sang MAHA itu, indahnya bumi pertiwi TUHAN ciptakan sedemikan rupa, membuat kami semakin mencintai dan menghargai tanah air ini,rasa haru dan bangga bisa menjadi bagian kecil dari bangsa yang besar ini.
 Matahari pun bergegas naik keperaduannya, waktu menujukkan pukul 11.00 siang dan kami mulai bergegas untuk turun,,sebelum turun tak lupa kami berdoa bersama bersyukur atas penyertaanNYA, buat Indonesia kami yang DIA rancang dengan tangganNya langsung,buat tanah tempat kami berpijak mencari penghidupan, buat teman dan sahabat yang senantiasa bergandengan tangan, buat keluarga juga yang sama sama tinggal di atap bumi INDONESIA yang sama, kami bangga punya TUHAN sepertiNYA  demikian kami akhiri doa kami, dan segera bergegas turun !! Kami pun siap siap turun lewat jalur patak banteng mengikuti pendaki lainnya, memang jalurnya sangat terjal namun lebih cepat sampai, Sungguh ini pengalaman yang menyenangkan yang mungkin akan  terus kami ingat sampai tua nanti FAKTA bahwa kita pernah bersama sahabat, bergandeng tangan, care satu sama lain,memacu diri bahwa kita bisa,kekeluargaan yang spontan terjalin, dan hal yang paling di benci adalah "fakta bahwa kami harus kembali dan berpisah satu sama lain" dan pulang ke kota masing masing tentunya dengan sehat dan selamat itu yang paling penting !!



GOLDEN SUNRISE
 Akhir kata dari tulisan ini saya punya sebuah kutipan "cintai apapun yang engkau bisa nikmati, entah itu ketenangan,pekerjaan,sahabat, keluarga, alam,bangsamu, karena dibumi yang sama kita tumbuh dan sudah seharusnya saling mengasihi sebagai mana TUHAN mencintai kita, keluarga kita, alam kita, dan bangsa kita, jangan melulu mengeluh,berpetualanglah....berlarilah sejauh mana kakimu berlari,,temukan sampai keujung manapun INDONESIAmu tetaplah salah satu "mahakarya"  yang tak ternilai,punya uang banyak anda boleh keliling dunia, memuja muja negara asing yang sama sekali tak menghidupimu, itu urusanmu !! tapi PASTIKAN sebelum kesana kau sudah berbangga dengan INDONESIAmu !!











Teman teman baru yang kebetulan mendaki di tgl yang sama















                              




                                                 Salam lestari... salam pendaki karbitan !!
                                                          God Bless Indonesia !!!
Admin : Pestauli Pangaribuan