MESKI
TERLAHIR SENDIRI, NAMUN KEHADIRAN PARA SAHABAT BEGITU BERARTI
SAHABAT !!
Hatiku tertegun mendengar kata ini, karena aku punya
berlaksa - laksa cerita tentangnya SAHABAT … terima kasih
telah menemani separuh perjalanan hidup ini,
sahabat adalah mantan teman yang berubah status jadi sahabat karena
begitu eratnya hati terpaut sehingga ada satu ikatan yang membuat aku sulit
terlepas dari mereka.
Awalnya begitu sulit
mengenalinya, begitu sulit membaca suasana hatinya, tetapi lama - lama kami
semakin belajar untuk semua keadaan disekitar kami. Terkadang begitu cepat
menyimpulkan siapa sahabat, bagaimana sifat buruknya, makananan kesukaannya,
kebiasaan konyol yang dilakukannya, cara bicaranya, dan cara mereka tertawa pun
tak luput dari penilaianku, kadang aku bak juri handal yang tau semua seluk
beluk kelemahan dan kelebihannya , malah gokilnya lagi terkadang aku lebih tau pria
mana yang lebih pantas untuk pendamping hidupnya kelak,, hhmmm parah kan ?? nah
sotoy nya tuch disini..:D
(**udah kayak dukun aja hihihihi :D)
Tetapi anehnya lagi
kehadiran mereka tuh begitu berarti banget , sumpah...sumpahhhhhh demi apa ya ?? hehehe pokoknya sumpah demi kau dan sibuah hati
terpaksa aku harus…
(**lagu kesukaan mak gue wkwkwkwk :D)
Hahhahha,, ya pokoknya
sahabat gak ada matinya dech buat gue ..lho
ko bahasanya berubah lagi nih
Oke..oke lanjut guys,,serius nih…
;) Yach itulah sahabat , semua rasa menyatu padu, ntar marah baikan lagi, ntar
kesel adem lagi, kecewa,ngomongin ,trus
curhat ma temen yang lain berharap dibela gitu ,, hahhahha tapi ternyata baikan
lagi. Ya itulah sahabat , kan sahabat
juga sama kayak gue, sama - sama manusia , kecuali loe berfikir kalo gue sahabatan nya
sama robot, tapi kan gue sahabatannya sama manusia guys ckckkcck.. Tapi ada satu yang beda dari
persahabatan kami guys,, kadang udah marah, dan bĂȘte bingits (*idih pake bingits = bahasa si
chels’ nih , salah satu sahabat gue juga guys, tapi korban sinetron GGS gitu
hahahha) #peace ahh hihihi :)
Tapi bedanya persahabatan kami tu
gak pake benci - benci ahh gak enak benci mah,, ntar ngondek lagi hahhha banci
keless …..
Persahabatan kami dibedakan oleh KASIH,
kasih yang mengikat kami, sehingga kami tak perlu kemana -mana untuk mencari sahabat yang sempurna karena
kami adalah bagian dari yang sempurna itu, kami akan tetap disini , ya disini
terus menanti sampai persahabatan diantara kami dikekalkan oleh waktu, meski
pada akhirnya jarak pasti akan memisahkan kami yang “BERSAHABAT”
Akan banyak kenangan manis bersama
para sahabat, curhat colongan sebelum tidur, tertawa terbahak bahak tanpa memikirkan tetangga uring – uringan
ckckkckc..., bercerita tentang mantan pacar, mantan gebetan , mantan nya mantan,
pokoknya yang berbau mantan dikupas tuntas dech bareng sahabat… hahahaha, terkadang
juga sifat kami yang masih kekanak - kanakan masih sesekali muncul ketika punya
masalah, padahal semua keadaaan menuntut kami harus dewasa, yach harusnya sich
begitu, TAPI itulah polosnya persahabatan ini,,masih natural banget, gak perlu dipoles dengan kepura - puraan.
Kami gak berusaha tegar padahal
sebenarnya kami rapuh, gak pura - pura
baik2, padahal sebenarnya hati sedang sakit, kami gak butuh perasaan yang
dibuat - buat , semua mengalir begitu
saja, ya seperti yang gue
sebutin tadi, disinilah letaknya
perbedaan persahabatan kami, yaitu KASIH tadi.
Bukan KASIH yang berasal dari diri kami sendiri, tetapi dari KASIH Tuhan
yang sengaja IA letakkan dihati kami masing - masing , meski berasal dari latar belakang yang
berbeda, suku yang beda pula, pokoknya semua beda. Yang buat kami bisa satu dan
sama ya Cuma KASIH itu.
Guys.. itulah arti sahabat yang selalu menaruh kasih setiap waktu, bahkan
lebih daripada seorang saudara, meski
kami sadari kami terbatas, kami banyak kekurangan, kelemahan, terkadang juga
kami harus rapat paripurna untuk ngebahas kelemahan kami, apa yang kurang dari
kami, untuk sekedar minta maaf kami harus lakukan itu, yach.. biar makin
kinclong dari semua pembenaran diri kami ,
karena sahabat yang sebenarnya adalah seseorang yang berhasil membuat kita mengenal siapa diri
kita, mengenal kelemahan sendiri, tetapi masih bersedia menjadi sahabatmu, bukan hanya
sekedar membuatmu nyaman, senang, dan membanggakan kelebihanmu, tetapi yang
mengasihimu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, SAHABAT adalah dia yang
tau apa yang dia miliki ketika bersamamu,
bukan dia yang menyadari siapa dirimu setelah dia kehilanganmu.
Dan kami selalu bawa persahabatan ini di bawah
kaki Tuhan, karena kami sadar kami terlalu lemah menanggung semua kelemahan kami, persahabatan kami akan
terus berlangsung sampai kami tua, sampai kami renta, sampai wajah cantik kami
keriput, sampai kami mulai pikun. Pikun akan bagaimana rasanya itu berpisah.
Karena persahabatan
kami didasari oleh KASIH, dipertemukan oleh rencanaNya , diperkenalkan oleh
butuhnya seorang sahabat bagi kami, dipertahankan oleh kuatnya hati kami, dan
diteguhkan dengan kokoh oleh TUHAN kami, dan kasih diantara kami akan mengakar begitu
kuat dan dalam, sehingga tidak satupun dapat memisahkan kami
dari KASIH Tuhan, bahkan “Maut” pun tidak !!!
“persahabatan
tak kenal perasaan kecewa, persahabatan kan kekal bila Tuhan
beserta,Sampai waktunya tiba, pulang ke rumah-Nya, waktu hidup tak panjang, bersahabatlah …”
beserta,Sampai waktunya tiba, pulang ke rumah-Nya, waktu hidup tak panjang, bersahabatlah …”
Ku Dedikasikan
untuk para sahabat hidupku di ‘rantau”
ini :
![]() |
| ( Susan Liman, Rini Kembuan, Nina Pantow, Eunike Rumengan, Meyshen Watuseke, Elizabeth Siahaan , Chelsy Sandy ,Vonne Sumilat, Norma Trifena, Riry Sitanggang ) |




