Jumat, 23 Mei 2014

PENANTIAN TAK BERBATAS

 Hai Priaku......!! kabar saya baik
 Bisa bawa saya kembali ke masa awal cinta ini diperjuangkan ?? bila mungkin ,
 Beri saya sempat untuk kali kedua berfikir. 
 Saya tidak mengeluh saya cuma mengaku sedikit penat .
 Apa sebenarnya yang kucari ?
 Masihkah tetap bertahan dengan sisa kuatku?
 Cinta yang sejak lama telah beranjak dari sini
 Tanpa kuminta dia menemukan pintu keluar sendiri

Masih layakkah untuk dinanti ??
Tragis sungguh, menyadari engkau berlalu
Lantas apa yang harus kulakukan
Membenci ??? Tentu itu bukan keputusanku, karena bukan itu cinta yang kupahami
Lantas aku harus menepis semua rasa yang sejak lama meracuniku ??
walau harus aku akui darahku masih mengalir bukan karenamu.
Penantian tidak Berbatas sampai kau menemukan
keyakinanku makin mantap. jika hatimu milik hatiku dia pasti mencari dan menemukan sendiri jalan untuk kembali, sebagaimana dia pernah menemukan jalan untuk pergi.
asal jangan kau lupa pastikan baik - baik apakah 'pintu' itu masih terbuka ataukah sudah terkunci.
bayang - bayangmu seolah menghantui semua malamku, hampir tidak ada malam yang tersisa, konyol memang,, memberi ruang di otakku tuk memikirkanmu,,tapi itulah adanya.
cinta lama yang sempat menempati satu bilik dihati, mampu bertahan bahkan sudah berkarat dan seolah hampir lupa aku pernah memilikinya.
Kuakui pertahananku mulai goyah, sejak rasa ditepis oleh pemiliknya.
     Apabila cinta tak harus memiliki atau tak jua saling melepaskan semoga kita tidak berhenti disana.
semua tentang "rahasia cinta" yang tidak tau jelas asal usulnya darimana dan kemana akan bermuara,
Hanya kekuasaan Tuhan yang mampu membuat cinta menjadi satu, dan  Indah dalam waktuNya. .

mengembaralah wahai cinta,, berpetualanglah dalam perjalananmu dan mohon jangan lupa menarik nafas sesekali dan berbincanglah dengan Tuhan mu, karna cinta yang ditimbulkannya begitu Elok parasnya, hanya saja insan pecinta terkadang membuatnya tampak menakutkan. Semoga kau mencari kembali pintu itu
karena ku bisa pastikan kau akan menempati satu bilik dihati yang tersisa.




                                                         dedicated to all of you_   " love seekers"

                                                                
                                                             
                                                           written by : Pestauli Pangaribuan



Rabu, 21 Mei 2014

CINTA YANG KAU SADARI

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.
Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,

seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.
Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan
.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.
Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.
kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

Aku Menunggumu Di Dermaga Cintaku

             Katakan dimana ku harus berlabuh..,
             saat semua  dermaga menutupi pintunya dan berkata
            “Ini bukan untukmu…???”            
             Katakan padaku, dimana dermaga untukku berlabuh…???
             Agar ku segera menghela nafas kehidupan cinta yang baru,
             Karena aku telah lelah sendiri.
 
             Dan akupun lelah mencari…
             Sampai kapan aku harus arungi waktu…???
             Ku lelah menunggu yang tak pasti..,
             Walau yang ku tunggu itu hanya satu..,
             Teman hidup tempat ku berbagi…
             Mungkin kini ku hanya mampu berserah diri dan menunggu waktuku sampai alam      
             Menghapuskan aku dari elok lukisannya…

Selasa, 20 Mei 2014

Lirik lagu "GAJAH" by : TULUS

Setidaknya punya tujuh puluh tahun
Tak bisa melompat kumahir berenang
Bahagia melihat kawanan betina
Berkumpul bersama sampai ajal

Besar dan berani berperang sendiri
Yang aku hindari hanya semut kecil
Otak ini cerdas kurakit berangka
Wajahmu tak akan pernah ku lupa
Waktu kecil dulu mereka menertawakan

Mereka panggilku gajah, ku marah
Kini baru ku tahu puji di dalam olokan
Mereka ingatku marah
Jabat tanganku panggil aku gajah

Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
Kecil kita tak tahu apa-apa
Wajar bila terlalu cepat marah
Kecil kita tak tahu apa-apa

Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu

Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku
 Lengan kanan Ibu adalah guling istirahat saya ketika kecil. Ibu bernyanyi tanpa sumbang untuk mengantar anak yang penakut ini tidur. Sukar, nyaris mustahil bila ada niatan mencari sentuh selembutnya, suara seindahnya dan air mata yang mampu memantik cemas. Beliau teristimewa.
Ibuku,,HIDUPku
Suara pelan ditiap obrolannya dengan Tuhan adalah lampu kuning bagi saya agar jangan mengecewakan. Wajar dan tentu sesekali suara keras jadi wajah peringatan bila ada kesalahan. Semua demi kebaikan dan jamin selamat buah hatinya yang tumbuh kini lebih besar. Beliau terutama.
Senyum bila mendapati di layar telepon genggam ada namanya diiring dering. Saya rindu. Berdebar bila dering itu tiba dikala sadar salah, dipikul anaknya yang kini sudah mau tak mau harus dewasa. Beliau tercinta.
Halo Ibu, terima kasih ya. Bukan sekedar saya tidak terlahir tanpa perjuanganmu sebelumnya. Tapi lebih kepada sabarnya hati dan tidak putusnya doa untuk anak kecilmu yang kini sudah jauh lebih berani.
Saya sayang sekali. Saya yakin Ibu pasti rasa. Semoga beliau berbahagia selamanya.

Jumat, 09 Mei 2014

CINTA SEPASANG SEPATU







                                                                #SEPASANG SEPATU#

"Sepasang tetapi bisa saja terletak di rak yang berbeda"
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
                                                                                 Tapi aku takut kamu kedinginan

                                                                                 Kita sadar ingin bersama
                                                                                 Tapi tak bisa apa-apa
                                                                                 Terasa lengkap bila kita berdua
                                                                                 Terasa sedih bila kita di rak berbeda
                                                                                 Di dekatmu kotak bagai nirwana
                                                                                 Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

                                                                           **  Cinta memang banyak bentuknya
                                                                                 Mungkin tak semua bisa bersatu


Minggu, 20 April 2014

KARTINI - DISEKITAR KITA



"DIA MULAI RENTA TAPI TETAP JELITA"


Sore itu seolah tidak bosan hujan kembali mengguyur, sudah berminggu - minggu dia tetap turun membasahi bumi, akan tetapi tidak setetespun darinya yang mampu mengurungkan niatku untuk menemuinya sore itu. kaki melangkah terus menapaki jalan - jalan yang penuh dengan genangan air hujan sore itu. tetapi tetap aku syukuri nikmat sang maha Kuasa itu. Tidak butuh waktu yang lama untuk menempuh perjalanku  kepergian yang selalu ku tunda - tunda , terlalu egois memang tak menyempatkan waktu untuk menemuinya, setelah detik - detik yang sangat sulit dijalani olehnya, mengalami kritis selama seminggu lebih karena penyakit yang tiba - tiba menghampirinya, dan tentunya keadaan ini yang sangat tidak diinginkannya.
            Dulu dia begitu tegap, begitu sigap, sayangnya dia terlalu cepat menerima kenyataan yang pahit           ditinggalkan oleh seseorang yang sangat dicintainya membuatnya sedikit rapuh, dan aku yakin dia sangat berharap pada suaminya untuk mendampinginya sampai masa tuanya , tetapi Tuhan berkata lain, diusia pernikahan yang masih muda dia harus menelan kenyataan pahit ditinggal oleh suami yang sangat dikasihinya, ayah dari anak – anaknya.
Waktu demi waktu yang terus bergulir dengan tangannya dia membesarkan anak – anak yang berjumlah 7 orang, dan tentu semuanya itu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan yang selalu menopangnya dan keluarganya,,dulu dia kelihatan sangat kuat, pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh seorang laki – laki, tak segan ia lakukan semua demi malaikat – malaikat kecil yang Tuhan amanatkan kepadanya, mungkin dialah wanita tangguh kedua yang pernah kukenal setelah ibuku.
Malam itu akhirnya aku bertemu lagi dengannya setelah beberapa lama tidak pernah bertemu, dan pada hari sabtu malam aku berangkat dari Bandung menuju kota Karawang dan akhirnya malam itu aku tiba disebuah rumah yang tidak asing bagiku, rumah anaknya yang paling tua, aku sengaja masuk tanpa pamit aku segera menemuinya wanita itu, sepertinya dia tidak begitu mengenaliku karena dia sedang asyik menikmati suguhan televisi, aku tersenyum padanya, dia melihatku dan memelukku seraya menangis, aku berusaha tertawa sambil menahan airmataku.
Dan yang paling membuatku terpukul setelah mengetahui bahwa sakit yang dialaminya membuatnya sulit untuk berbicara, aku tidak tau harus bagaimana, terkadang dia mencoba mengajakku berbicara tetapi aku sedikit kesulitan mengerti apa yang dia bicarakan seolah tidak mau menyinggung perasaaanya, aku mencoba memahami karena aku sangat yakin hatinya berbicara. Dulu waktu aku masih kecil kalau bertemu dengannya kita bicara banyak, tapi sekarang aku tidak bisa menikmati masa -  masa itu lagi, dia hanya tersenyum dan tertawa, setidaknya itulah bahasa yang aku bisa mengerti darinya, “bahasa kasih “ seorang wanita tulus untuk anak – anaknya.
Kini diapun semakin dimakan usia, kekuatanya sudah berkurang, bahu yang dulu tegap kini mulai tampak lemah, yang tersisa hanyalah harapannya, kekuatanya adalah anak –anaknya, ditambah dengan kehadiran pahoppu ( sebutan cucu untuk suku batak) yang menjadi pelengkap sukacitanya saat ini, meski sudah kelihatan dimakan usia tapi dia tetap jelita, dan aku terlalu percaya dan sangat yakin kalau Tuhan pasti menyempurnakan kesehatannya karena dia punya alasan untuk tetap bertahan untuk menikmati semua keindahan hidup dimasa tuanya,   yaitu anak  dan cucu – cucu nya. 


 Dedicated just for you bou,,we love you
S. Pangaribuan